Saturday, October 8, 2016

Indikator Chandelier Exit untuk Memaksimalkan Posisi Trend Follower


Apakah anda masih bingung menentukan exit posisi dalam trading anda?

kabarnya dalam trading forex, trend adalah sebuah kondisi seorang trader bisa mendapatkan gain yang lebih besar daripada kondisi konsolidasi. Di sini ada sebuah referensi yang terinspirasi dari seorang trader bernama Chuck Le Beau yang menciptakan chandelier exit untuk memaksimalkan exit sebuah posisi dalam kondisi trend.


Artikel Terkait : DEFINISI dan CIRI-CIRI MARKET TREND atau SIDEWAY

Kesalahan seorang trader yang tidak mampu mencapai hasil optimal dalam posisinya adalah kegagalan dalam melikuidasi posisinya secara tepat.

Le Beau memberikan opsi dengan melakukan exit berdasarkan volatilitas. Yaitu berdasarkan perhitungan volatilitas rata-rata dengan rumus Average True range yang sudah ada dalam metatrader anda.

Selain memaksimal keuntungan dalam kondisi trend, chandelier exit juga memberikan perlindungan dalam kesalahan posisi kerugian saat terjadi pembalikan trend.


Chandelier exit ditentukan berdasarkan Volatilitas rata-rata 22 hari dan angka chandelier exit ditentukan dari high atau low dikalikan dengan 3 kali ATR (volatilitas rata-rata harga) dari puncak dan lembah tersebut.




Cara ini sedikit berbeda dari cara trader pada umumnya yang hanya menggunakan 2.5 ATR atau 3 ATR dari harga entrynya, chandelier exit menentukan exitnya dari harga puncak dan lembah sebuah trend.

Dengan begitu, asumsinya adalah jika chandelier exit sudah disentuh oleh harga, maka tanda-tanda trend tersebut akan segera habis atau bisa saja terjadi pembalikan arah trend seketika itu juga. Selama harga belum menyentuh Chandelier exit, maka trend diasumsikan tetap berlanjut.

Pengaturan dasar untuk chandelier exit adalah periode 22-hari dan beberapa dari 3,0 kali Average True Range. Anda dapat merubahnya sesuai kebutuhan dalam trading anda.

Formula dalam uptrend:

Harga Tertinggi  (dari 22 hari terakhir) – (3 x ATR 22 hari)

Formula dalam downtrend:


Harga Terendah  (dari 22 hari terakhir) + (3 x ATR 22 hari)

Chandelier exit dapat memberikan keuntungan dalam sisi analisa teknikal. Objektifitas keputusan anda untuk melikuidasi posisi anda menjadi tinggi karena posisi keluar anda ditentukan dengan perhitungan statistik dan kecenderungan trend. 



Baca selengkapnya

Buku Trade Like Jesse Livermore


Siapa yang tidak mengenal Jesse Lauriston Livermore?

Spekulan paling fenomenal di jamannya, terlepas dari kegagalannya, keberhasilan jesse livermore sangatlah menginspirasi para outsider atau retail trader untuk menantang dunia investasi. 

analisa teknikal indonesia kini merekomendasikan buku Trade Like Jesse Livermore. Buku yang ditulis oleh Richard Smitten yang merupakan pengarang sejumlah buku seperti Jesse Livermore : World’s Greatest Stock Trader , The Godmother, Capital Crimes, Legal Tender, False Witness, Inside the Cocaine Cartel, dan Death Stream ini lebih mirip sebuah riset yang mencari bagaimana seorang jesse livermore berspekulasi di pasar.

Richard menerangkan bagaimana cara jesse livermore menjadi legenda wallstreet dari sisi sistem trading yang mencakup timing, money management serta pengendalian emosi. Buku yang sangat berharga ini adalah hasil dari riset richard yang memang sangat mengagumi jesse livermore. beliau mewawancarai Paul Livermore yang merupakan anak Jesse Livermore serta Particia Livermore yang merupakan menanti sang legenda ini.

Sangat jelas dijabarkan di sini bahwa Jesse Livermore adalah trader teknikal sejati. Beliau menggunakan Analisa teknikal dan tidak memperdulikan sisi fundamental. Dia percaya bahwa trading saham secara teknikal, angka-angka yang berulang dan pola chart tidak lebih dari gambaran perilaku emosi manusia seperti keserakahan, ketakutan, penolakan (ketidaktahuan/kebodohan) dan harapan.

berikut adalah kunci seorang trader dapat berhasil dalam buku ini :
1. Timing pasar – Kapan masuk dan kapan keluar pasar – kapan harus menahan dan kapan harus melipat , sebagaimana biasa dikatakan oleh temannya Livermore dan Pemilik kasino Palm Beach Ed Bradley. (baca bukunya!!!)

2. Money Management – Jangan kehilangan uang – jangan kehilangan saham, ini merupakan senjata anda. Seorang trader tanpa cash seperti seorang pemilik toko tanpa barang persediaan . Uang Tunai adalah barang persediaannya seorang trader, tali penolongnya, teman terbaiknya – tanpanya anda tidak bisa berbisnis. Jangan kehilangan penolong anda! 

3. Pengendalian Emosi – Sebelum anda dapat berhasil bermain di pasar anda harus memiliki strategi yang jelas dan ringkas serta taatilah strategi itu. Setiap trader harus merancang rencana pertempuran yang cerdik, yang disesuaikan agar pas dengan emosinya, sebelum melakukan trading di bursa saham. Hal terbesar yang harus dikendalikan oleh seorang trader adalah emosinya. Ingat, bursa saham tidak digerakkan oleh alasan, akal sehat, atau ekonomi semata, tapi oleh sifat manusia yang tidak pernah
berubah. Bagaimana hal ini bisa berubah ? Ini adalah sifat kita sebagai manusia.



berikut kutipan-kutipan yang sangat berharga dari Jesse Livermore

"Jangan membeli saham karena telah mengalami penurunan besar dari titik tertinggi sebelumnya."

"Keuntungan selalu peduli diri sendiri, tapi kerugian tidak pernah"

"Trader harus mengasuransikan dirinya terhadap risiko kerugian cukup dengan mengambil kerugian kecil pertama."

“Jangan pernah melakukan average losses.“ 

"Trading anda mungkin tumbuh menjadi keuntungan yang sangat besar, selama tindakan pasar tidak memberi anda alasan untuk khawatir, milikilah keberanian memegang teguh keyakinan anda dan jangan berubah."

"Seorang trader harus membuat aturan setiap kali dia menutup transaksi yang sukses dengan mengambil setengah dari keuntungannya dan mengamankannya di sebuah safety deposit box."

"Ketika seorang trader cukup beruntung untuk melipatgandakan modal aslinya dia harus segera menarik keluar setengah keuntungannya untuk menjadi dana cadangan."

"Permainan spekulasi adalah permainan paling menarik di dunia .Tapi ini bukanlah permainan bagi orang bodoh, pemalas, dan orang yang mentalnya tidak seimbang, atau petualang yang ingin cepat kaya. Mereka akan mati miskin."

"Satu kesalahan utama semua trader adalah keinginan untuk menjadi kaya dalam jangka pendek"

"Belajarlah dari kesalahan anda, analisalah kesalahan tersebut."

"Tidak ada trader yang dapat atau harus bermain di pasar sepanjang waktu. Akan ada beberapa saat ketika anda harus keluar dari pasar, duduk manis dengan uang tunai, menunggu dengan sabar akan datangnya trading yang sempurna"


Buku Trade Like Jesse Livermore dapat dibeli di situs Amazon



Baca selengkapnya

Sunday, October 2, 2016

Cikal Bakal Analisa Teknikal : Teori Dow



Jika anda seorang trader yang mengedepankan analisa teknikal sebagai referensi pengambilan keputusan untuk bertransaksi atau tidak, anda harus mengenal pondasi dasar dari analisa teknikal.

Teori Dow merupakan cikal bakal analisa teknikal yang semakin berkembang luas tanpa batas dewasa ini. Teori Dow merupakan rangkuman tulisan-tulisan dari pendiri The Wallstreet Journal yaitu Charles Dow Jr yang menuliskan hasil riset beliau dalam artikel-artikel yang ada pada koran legenda tersebut.

Teori Dow dirangkum dan menjadi acuan para chartis untuk mengembangkan analisa teknikal mereka. Teori Dow dirangkum oleh para pengikutnya yakni Hamilton dan berbagai nama lainnya.

Pada dasarnya begitu banyak tulisan Dow yang sangat berguna dalam memprediksi pergerakan harga market, namun ada 6 prinsip dasar yang menjadi pondasi dasar para pengikut Teori Dow.

Teori Dow yang telah ditemukan lebih dari seabad telah semakin berkembang, relevansi teori dow ini terhadap market saat ini semakin samar. Namun untuk para chartist, ini adalah langkah awal yang harus diketahui oleh seorang analis teknikal sebelum melangkah pada analisa yang lebih jauh.

Perlu diketahui bahwa Dow meriset tentang pasar saham, Perlu penyesuaian yang lebih untuk mengaplikasikannya pada trading forex.

Jika anda pernah mendengar tentang Dow Jones Industrial Index dan Dow Jones Rail Index, ini adalah salah satu ciptaan Charles Dow. Karena menurut pendapat Dow, gambaran besar ekonomi yang akurat terdapat pada dua segmen yaitu industri dan transportasi. Dan para investor masih menggunakan indeks ciptaan Dow ini karena para investor setuju dengan pendapat dow.

Mari kita bedah dengan singkat 6 Prinsip Teori Dow yang mendunia ini. Sebagai seorang trader adalah sebuah keharusan memiliki pengetahuan ini. Ibarat anda ingin sekolah, anda harus bisa membaca dan menulis, maka dari itu jika ingin jadi trader, anda harus memahami Teori Dow terlebih dahulu.

1. Markets Discounted Everythings (Pasar menyerap segalanya)
Prinsip pertama teori dow yang paling vital ini membuat anda mengerti mengapa banyak trader yang memutuskan menjadi seorang analis teknikal. Ini dikarenakan menurut Dow, harga yang tertera dalam chart anda (pasar) telah menyerap segala informasi yang ada. Informasi tersebut masuk ke dalam harga dan tercermin dengan jelas aksi dari keserakahan maupun kepanikan hingga data inflasi maupun pengumuman kebijakan ekonomi lainnya. Segala informasi tersebut tercermin dalam harga yang anda lihat di pasar. Maka dari itu para pengikut Dow kebanyakan menitikberatkan fokus mereka pada harga.

2.Tiga (3 Jenis Trend)
Dow dengan rinci membedakan pergerakan pasar secara keseluruhan. Menurut dow  pergerakan market trend terdiri dari 3 jenis. Dow menganalisa keseluruhan aspek harga untuk mengidentifikasi trend.



Pada dasarnya tren adalah pergerakan rally satu arah dalam sebuah instrument. Mari kita lihat gambar di bawah ini

Trend secara visual mudah dilihat hanya dengan lirikan mata dari arah kiri ke kanan dengan fokus harga sedang bergerak naik dalam chart di atas. Namun coba perhatikan garis merah yang akan saya sebut low price dan garis biru yang akan saya sebut dengan high price. Dalam sebuah trend, biasanya terdapat low price yang menaik dan high price yang semakin tinggi dalam trend naik. Jika trend pasar sedang menurun makan akan berlaku kebalikannya.

Baik mari kita lanjutkan pada teori dow. Dow memecah trend dalam 3 jenis.

1.Trend major

Dow menyatakan trend major merupakan aspek paling penting untuk mengambil keputusan berdasarkan trend.  Karena trend major adalah faktor penting yang mempengaruhi 2 jenis trend lainnya. Menurut tulisan dow, trend major biasanya berlangsung dari 1 tahun sampai 3 tahun. Namun sayangnya saat ini trend major terkadang tidak terjadi dalam waktu selama yang dituliskan dow pada jamannya

Dari chart di atas kita melihat trend primer sedang bergerak naik. Dow tidak memperhatikan berapa panjang sebuah trend. trend akan tetap berlangsung sampai ada sinyal pembalikan arah yang kuat. Yang biasanya ditandai dengan low price yang menurun (seperti pada harga di kanan bawah.
Tujuan dow mengidentifikasi trend adalah mengikuti pergerakan trend. Bukannya untuk melawan trend yang sedang berlangsung kecuali sudah terjadi konfirmasi pembalikan arah yang kuat.

2.Trend sekunder (trend medium)

Dalam teori dow, jika trend primer adalah arah utama pergerakan pasar, maka trend sekunder adalah koreksi-koreksi yang harga bergerak melawan trend primer tersebut. Trend sekunder lah yang membentuk low price untuk trend menaik. Dan high price untuk trend menurun.

Dari chart di atas kita dapat melihat garis biru yang ditarik dari harga high sampai pada low price pada setiap koreksi. Garis biru tersebutlah yang dimaksud dengan trend sekunder. jika anda perhatikan saat sedang berlangsung, trend sekunder terkadang memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding trend primer.

3.Trend minor

Jenis terakhir dalam trend adalah trend minor yang biasanya bergerak tidak lebih dari 3 minggu (trader saat ini sering menggunakan chart daily untuk melihat trend minor). Trend minor merupakan detil pergerakan trend sekunder (medium) yang kita lihat sebelumnya. Jika trend sekuder merupakan koreksi dari pergerakan trend primer. Maka trend minor adalah koreksi dari pergerakan harga trend sekunder. berarti pergerakan harga trend minor sama dengan trend primer dan berlawanan dengan pergerakan harga trend sekunder.

Chart diatas terlihat garis biru yang merupakan trend sekunder dan garis berwarna jingga yang merupakan trend minor.

Trend minor sangat jarang digunakan oleh para pengikut dow karena pengikut dow adalah investor dalam jangka panjang. Maka mereka hanya memperhatikan trend primer dan trend sekunder. namun jika anda adalah short term trader, mungkin trend minor akan memberikan anda pandangan baru dalam melakukan transaksi.

Namun disarankan oleh dow tetap fokus pada trend besar, karena jika kita terlalu fokus pada trend minor, maka kita akan melupakan gambaran besar sebuah trend.

Menurut dow semakin panjang periode sebuah trend, semakin penting pula trend tersebut.

Dengan mengetahui 3 Jenis Trend anda akan lebih paham sekarang mengapa terkadang anda mendengar seorang analis market mengatakan trend sedang naik dan yang satunya menyatakan trend sedang bergerak turun. Itu semua tergantung dari mereka mengambil acuan trend mayor, trend sekunder, atau trend minor. 

3. Tiga (3) Fase dalam Trend.

Dow menyatakan trend primer sangat penting untuk dipahami, untuk itu dow merincikan sebuah trend primer terdiri dari 3 fase. Awal dari trend primer disebut fase akumulasi kemudian di ikuti fase partisipasi dan terakhir disebut dengan fase panik atau ekses. Dow merincikan trend primer supaya para investor tidak terjebak pada akhir trend yang dapat membuat anda kehilangan margin yang cukup besar. Mari kita lihat contoh di bawah ini.

Fase akumulasi

Trend awal yang selalu dimulai dengan fase akumulasi yang dimana adalah start dari sebuah trend. Fase muncul setelah terjadi trend menurun ataupun sideway. Dan menurut history data, fase ini muncul setelah data-data mengkonfirmasi pergerakan high yang menaik secara perlahan ini. terkadang kita sebagai trader retail kurang peka terhadap fase ini, karena keterbatasan informasi yang dimiliki oleh para trader professional. Namun jika anda lebih teliti mungkin anda dapat terlibat dalam fase ini.

Fase partisipasi

Fase partisipasi merupakan inti dari trend primer, karena fase ini adalah fase terpanjang dari sebuah trend primer. Bukan Cuma dari segi waktu, namun juga volumenya sangat panjang dari fase-fase lainnya. Biasanya data-data ekonomi sudah mengkonfirmasi untuk selaras dengan trend seperti chart di atas. Para trader teknikal pengikut dow akan bersama-sama mengambil posisi follow trend pada fase ini.

Fase panic / ekses

Ini merupakan fase terakhir yang dinyatakan dow setelah pasar bergerak kuat (fase partisipasi). Fase panic atau fase ekses (sisa) merupakan tempat dimana para investor pintar akan mulai menutup posisi follow trend sebelumnya dan menjual kepada yang investor panic yang baru akan mulai masuk pasar. Pada posisi ini ditandai dengan antusiasme yang berlebihan dengan melihat pergerakan kuat yang terjadi pada instrument tersebut. Di fase ini akan banyak investor yang “telat” mengikuti pergerakan pasar merasakan pahitnya tertinggal oleh trend. Karena dow menyatakan inilah fase terakhir dari sebuah trend primer.

Biasanya para trader mengatakan inilah buy di puncak harga atau sell di lembah. Seperti itulah kira-kira karena kepanikan terhadap sebuah trend tanpa melihat fase-fase ini bisa membuat anda terlihat seperti orang bodoh yang melakukan spekulasi tanpa perhitungan jelas.

Pada fase ini pula, perhatian yang lebih seharusnya tertuju kepada tanda-tanda pada pelemahan tren, seperti menguatnya tekanan harga ke bawah, melemahnya kekuatan untuk naik, dsb. Tanda seperti ini bisa menjadi pertanda mulai berakhirnya tren naik primer dan mulai dekatnya kepada tren primer turun

4.Indeks Bursa harus saling konfirmasi.

Dow membuat indeks yang dimana beliau percaya bahwa korelasi sektor industry dan transportasi sangat berkaitan erat dengan perkembangan ekonomi. Menurut dow, jika kedua indeks tersebut bergerak dalam trend yang sama, maka itu adalah konfirmasi awal untuk pergerakan trend dalam pasar saham. Namun sinyal awal ini tidaklah berlaku jika hanya salah satu yang mengkonfirmasi. Dow menyatakan bahwa konfirmasi keduanya lebih dapat dipercaya dibandingkan hanya salah satu indeks yang mengkonfirmasi.

5. Trend dikonfimasi oleh Volume

Dow menyebutkan bahwa volume merupakan faktor yang memberikan informasi terhadap momentum. Sebuah trend bullish maupun bearish haruslah selaras dengan besarnya volume. Jika dalam trend momentumnya besar, maka trend tersebut terkonfirmasi akan terus berkelanjutan. Momentum para investor dan pelaku pasar pada pasar masih sangat menunjukkan antusias mereka pada instrumen tersebut. 

Namun sebaliknya jika trend sedang bergerak kuat dan volume sedang melemah, itu menunjukkan adanya tanda-tanda pelemahan trend. Potensi trend akan terus berlanjut menjadi lemah karena trend tidak berjalan selaras dengan volume. 

6. Trend terus berlaku hingga ada sinyal jelas akan terjadinya pembalikan arah

Dow adalah seorang yang percaya pada trend. Sederhanannya dalam prinsip yang keenam ini adalah dow menyarankan untuk mengikuti trend sampai habis. Trend tetap berlaku hingga terjadinya sinyal-sinyal jelas yang menunjukkan arah trend sudah berubah. Jadi jika tidak ada kevalidan konfirmasi pembalikan arah, trend akan tetap berlanjut. sebaliknya jika sinyal pembalikan arah sudah terkonfirmasi, maka trend sudah berubah haluan.

Aplikasi Teori Dow

Kita harus memahami bahwa Dow memberikan informasi prinsip ini berdasarkan riset yang dilakukannya pada pasar saham. Sehingga relevansi dalam penggunaan teori dow pada trading forex akan sedikit berbeda. Kebanyakan para trader forex akan menggunakan prinsip trend dan mengabaikan indeks pasar. Namun ada beberapa yang tetap menggunakan semua prinsip tersebut dalam trading forex.

Pengaplikasian Teori Dow disederhanakan dengan penggunaan trend. mari kita lihat contoh di bawah ini.

Para penganut teori dow akan fokus pada trend. 



Dalam mengaplikasikan teori dow dalam trading, seorang trader harus fokus pada ciri-ciri trend. Seperti contoh gambar diatas, bentuk trend pada umumnya adalah seperti susunan tangga. Namun fokusnya ada pada harga high (puncak) yang di lihat pada huruf B dan D. dan dengan fokus pada low price (lembah) yang diwakili dengan huruf C dan E. lihatlah High D lebih tinggi dari High B, dan Low E lebih tinggi daripada Low C. inilah tanda sebuah trend naik.

Sebaliknya untuk trend Down trader tetap fokus pada puncak dan lembah, namun trend down diwakili dengan puncak dan lembah yang terus menurun seperti gambar di bawah ini

Pertanyaannya adalah, bagaimana seorang trader mengaplikasikan teori dow dalam transaksi?

Setelah menemukan trend up atau trend down, para penganut teori dow akan menggunakan harga puncak sebagai batas pengambilan keputusan transaksi buy. Mereka akan masuk ke dalam pasar saat terjadi breakout (penembusan harga). seperti contoh dibawah ini

Sebaliknya dalam Trend Down, mereka akan fokus pada level harga lembah sebagai acuan breakout dalam pengambilan keputusan.

Selain itu seperti yang ada pada prinsi keenam, konfirmasi pembalikan arah trend ditunjukan dengan susunan yang puncak dan lembahnya membentuk harga yang lebih rendah pada trend up. 


angka 1 , 2 dan 3 adalah konfirmasi pembalikan arah dengan pembentukan pola trend down pada akhir trend up.

sebaliknya untuk trend down, jika terjadi ciri-ciri trend up yang dimana puncak dan lembahnya membuat harga yang lebih tinggi, maka potensi trend berubah arah telah terkonfirmasi,




Dapat anda lihat gambar diatas fokus pada angka 1,2 dan 3 memberikan bentuk trend up pada akhir trend down. ini menunjukan trend telah berubah arah.

Teori Dow pernah diteliti dan di riset oleh beberapa pengikutnya dan hasilnya adalah performance yang berlipat daripada gain rata-rata pasar. Namun pengaplikasikan Teori Dow sangatlah penting untuk para analisa teknikal, karena seperti kata Dow, Trend sangat sulit berubah haluan, kecuali sudah ada konfirmasi yang jelas.

Inilah yang membuat para analis teknikal menggunakan trend sebagai teman mereka. Mencari keuntungan dari pergerakan arah trend di pasar. 

Baca selengkapnya

Saturday, October 1, 2016

Kisah Turtle Traders yang Mendunia


Kisah Turtle Traders yang Mendunia merupakan sebuah kisah yang menggemparkan pada tahun 1980an dimana seorang Trader Sukses Richard Dennis melakukan eksperimen yang menakjubkan khalayak ramai. Richard Dennis sangat terkenal di jaman tersebut dengan julukan The Prince of Pit yang berhasil mengembangkan $5000 menjadi $100.000.000.

Portofolio tersebut bukanlah sebuah hal yang mudah, Richard Dennis menjadi milader yang dikagumi di kalangan wallstreet. Namun pada suatu ketika muncullah sebuah ide yang sedikit kontroversial. Dennis memiliki pendapat bahwa semua orang dapat menjadi seperti dirinya jika dilatih dengan baik. Pendapat ini mendapat kontra dari teman sejawatnya yaitu William Echkardt yang memiliki pemikiran bahwa Dennis bisa menjadi trader sukses karena bakatnya. 

Perdebatan ini berlangsung cukup lama, sampai Dennis ingin membuktikannya dengan melakukan eksperimen. 

Dennis membuka lowongan di koran untuk mengadakan perekrutan orang-orang yang akan dijadikan sebagai trader dengan pelatihan yang dilakukannya sendiri. Lowongan tersebut tersebar dan mendapatkan respon yang luar biasa. 


Pada akhirnya pada gelombang pertama, Dennis dan Echkardt sendiri mewawancarai ribuan pelamar dan memutuskan untuk menerima 13 orang dengan background berbeda. Ada yang berprofesi sebagai penjudi profesional, game developer hingga akuntan. Syarat Dennis menentukan ketigabelas orang ini tidak dapat diketahui secara pasti. Namun Dennis memanggil mereka Turtle yang terinspirasi cara peternak kura-kura di singapura yang pernah dilihat oleh dennis. Mereka melatih kura-kura tersebut dengan menenggelamkan kura-kura yang masih kecil untuk beradaptasi hidup di lautan lepas.

Artikel Terkait : Indikator Strategi para Turtle Traders

Ketigabelas orang tersebut mendapatkan pelatihan yang terus menerus selama 2 minggu dan diberikan masa uji coba. Mereka diberikan dana bervariasi mulai dari $100.000 hingga $2.000.000 tergantung dari performace masing-masing pada masa  uji coba tersebut.

Semua berlalu dengan begitu cepat. para trader menggunakan Trading sistem baku yang diberikan Richard Dennis untuk melakukan transaksi di pasar. Pada waktu itu prinsip mereka adalah Trend is your Friend. Dennis melatih para turtle traders menggunakan strategi untuk mengikuti trend. 

Trading sistem mereka terinspirasi dari strategi trading ala Richard Donchian yang menggunakan breakout harga tertinggi dan terendah 20 hari.

Namun Dennis menyempurnakannya dengan dua jenis entry yaitu menggunakan Harga tertinggi dan Terendah 20 hari dan 55 hari sebagai acuan breakout. Dennis memberikan perhitungan statistik untuk menentukan besaran posisi para turtle trader. selain itu titik Exit mereka menggunakan aturan yang jelas serta mereka sudah menentukan instrumen mana yang harus mereka fokuskan untuk ditradingkan.

Walaupun ada beberapa para turtle traders yang dikeluarkan dalam perjalanan eksperimental ini, 4 tahun setelah perekrutan pertama, Hasil para turtle traders dari gelombang pertama dan gelombang kedua dilaporkan mendapatkan keuntungan lebih dari $175.000.000. Pencapaian ini bahkan berada diatas rata-rata fund manager maupun spekulator rata-rata saat itu.


Kegemparan ini membuat para turtle traders melanjutkan karir mereka menjadi Trader profesional, dan yang paling terkenal adalah Russel Sand yang mampu membukukan keuntungan hingga $100.000.000 dalam 5 tahun. Dan yang paling berhasil menurut khalayak ramai adalah Jerry Parker yang membangun perusahaan investasinya sendiri.

Inspirasi dari eksperimen yang berhasil ini membuktikan bahwa siapapun bisa menjadi trader yang berhasil. Richard Dennis memberikan kontribusi yang luar biasa dengan membuktikannya secara sistematik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain aturan trading yang jelas, Richard Dennis mengatakan kunci keberhasilan para turtle traders adalah konsistensi dan disiplin tanpa toleransi. Yang membedakan para turtle trader yang dikeluarkan dan berhasil adalah konsistensi dan disiplin mereka dalam menjalani aturan trading yang sistematik dan komplit tersebut.

Semoga kisah eksperimen yang paling saya kagumi ini dapat menginspirasi anda dalam menjalani aktivitas trading. Ingatlah bahwa aturan trading yang komplit (metodologi dan Money Management) dan Disiplin (Mindset) adalah kunci utama dalam keberhasilan para turtle traders. Aturan komplit ini sangat mirip dengan saran Alexander Elder dalam 3 Hal yang harus dikuasai seorang trader.

Satu pepatah yang menarik hari ini yaitu Trader Sukses bukan dilahirkan karena bakat tapi Dapat diciptakan dengan latihan yang benar.
Baca selengkapnya

Apa itu Analisa Teknikal


Setelah anda membaca 3 hal yang harus dikuasai seorang trader, anda mulai mengetahui bahwa ada 3 unsur penting  yang harus dipahami dengan baik oleh seorang trader yaitu Mindset, Metodologi, dan Money Management. Tulisan ini akan mejabarkan langkah awal untuk memahami metodologi.

Metodologi dalam trading forex terdiri dari berbagai cara. Pada dasarnya para trader mencari analisa yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Analisa sendiri terdiri dari analisa teknikal, analisa fundamental, serta analisa intermarket. 

Analisa teknikal merupakan jenis analisa yang paling populer di kalangan para trader. sebenarnya apa inti dari analisa teknikal. Trader melakukan analisa teknikal untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut. 

1. Kemana kencenderungan harga akan bergerak?
2. Sampai dimana harga akan bergerak?
3. Kapan harga akan terjadi pembalikan arah?

Ketiga pertanyaan inilah yang menjadi motif seorang trader melakukan analisa supaya dapat mengambil keputusan melakukan buy atau sell. 

Jika seorang trader dapat menjawab kemana kecenderungan harga akan bergerak, maka dia akan melakukan entry atau transaksi. Sebaliknya jika seorang trader dapat menjawab pertanyaan kedua, maka dia akan keluar dari transaksi yang sudah dia lakukan sebelumnya (target). Dan jawaban ketiga adalah menjadi titik seorang trader menentukan titik kerugiannya, sebagian juga menggunakannya sebagai titik entry.

Terus apakah Analisa teknikal dapat menjawab ketiga pertanyaan itu? dengan metode yang berkembang. para analis maupun trader menjawab dengan sebuah prediksi. Prediksi yang disimpulkan dari pengumpulan data-data masa lampau untuk memproyeksi kecenderungan harga di masa depan.

Maksudnya disini adalah menganalisa kebiasaan pergerakan harga di masa lampau ataupun menggunakan perhitungan statistik dari data-data harga masa lampau untuk memprediksi ke mana harga akan bergerak, sampai batas mana harga akan bergerak, dan juga kapan harga melawan arah.

Perkembangan teknologi mempermudah para trader untuk melihat data masa lampau dari grafik yang ada dalam platform trading. Dengan data-data tersebut, para trader menggunakan berbagai cara analisa teknikal untuk melakukan transaksi.

Aturan mudahnya adalah dengan berbagai jenis analisa teknikal yang ada, para trader mengemas ramuan analisa teknikal tersebut menjadi strategi. Ada yang menggunakan price action sebagai titik entry mereka, ada yang menggunakan divergensi untuk menentukan aksi keluar dari pasar, ada yang menggunakan perhitungan volatilitas (statistik) harga sebagai titik kerugian.

Inilah yang menyebabkan para trader mempelajari berbagai jenis analisa teknikal, yang akhirnya akan dikemas menjadi sebuah strategi yang diuji oleh trader itu sendiri untuk menjadi senjata dalam pertempuran pasar. 

pada dasarnya analisa teknikal menggunakan variabel yaitu waktu dan harga serta volume sebagai poin penting untuk menganalisa pergerakan harga di masa depan. Sehingga dapat memberikan informasi dalam pengambilan keputusan.


Analisa teknikal sangat mirip dengan para ahli memprediksi cuaca hari ini. Apakah hari ini akan terjadi hujan lebat? ataukah akan terjadi mendung berkepanjangan. Bagaimana mereka bisa menentukan bahwa cuaca hari ini akan cerah atau hujan? mereka menggunakan kebiasaan-kebiasaan masa lampau dari faktor-faktor cuaca. Sederhananya mereka menggunakan data masa lampau serta beberapa variabel untuk memproyeksi keadaan cuaca hari ini. 

Analisa teknikal melakukan pekerjaan yang hampir sama dengan memprediksi cuaca. Trader mengumpulkan data masa lampau, mencari kesamaan kebiasaan sebelum pergerakan harga kuat terjadi, meramu segala informasi tersebut menjadi sebuah prediksi. 

Tantangan terberat dalam analisa teknikal bukanlah pada kegiatan menganalisanya. Akan tetapi tantangan sesungguhnya adalah kegiatan mengaplikasikan hasil prediksi yang telah ditentukan. Trader adalah manusia yang sangat terpengaruh pada aksi serakah dan ketakutan, apalagi kegiatan trading ini sangat berhubungan erat dengan uang. 

Trader terkadang tidak berani melakukan transaksi walaupun kesimpulannya telah didapatkan. terkadang juga mereka mengambil keputusan secepat mungkin tanpa memperdulikan kevalidan kesimpulan mereka yang berakhir pada kerugian yang besar. 

Analisa teknikal sangatlah dinamis, itulah mengapa banyak trader gagal, karena sudut pandang seseorang dengan seorang yang berbeda-beda. Maka dari itu untuk menghindari subjektifitas dalam melakukan analisa teknikal, diharapkan Kolom studi forex dalam blog ini dapat memberikan anda langkah-langkah yang tepat untuk membangun trading sistem anda sendiri.

Analisa teknikal hanyalah sebuah alat untuk memprediksi namun sangat penting. Seperti yang dijelaskan diawal, analisa teknikal merupakan salah satu dari 3 unsur penting yang harus dikuasai untuk menjadi trader yang sukses. 
Baca selengkapnya

Friday, September 30, 2016

Belajar Grafik dalam Trading


Seorang trader forex online akan selalu menemukan grafik atau chart di depan komputer ataupun smartphonenya. Grafik merupakan dasar dari analisa teknikal. Para trader akan sedikit kesulitan untuk menganalisa data-data masa lampau tanpa menggunakan grafik.

Grafik atau  chart adalah alat bantu yang digunakan trader untuk melihat pergerakan harga. Sebenarnya grafik sendiri adalah indikator, karena dia merekam jejak harga-harga saat ini dan harga-harga saat lampau dan divisualisasikan kedalam bentuk grafik yang terdiri dari dua variable. Standarnya variable grafik dalam trading forex maupun saham adalah waktu dan harga. Bisakah anda membayangkan jika anda harus melakukan analisa teknikal tanpa grafik? Dan anda hanya diberikan harga-harga yang bergerak dalam angka. Tentu saja anda tidak dapat melihat harga-harga sebelumnya tanpa mencatatnya. Contohnya adalah seperti dibawah ini.

Kabar baiknya adalah chart merekam harga-harga yang sudah terjadi dan sedang terjadi sehingga kita sebagai trader dapat menganalisa pergerakan harga secara menyeluruh. Jika dilihat lebih dalam, chart terdiri dari 2 variabel standar. Variable pertama ada waktu (timeframe) dan harga (price).

Timeframe pada standarnya terdiri dari 9 bagian.

M1 = 1 menit
M5 = 5 menit
M15 = 15 menit
H1 = 1 jam
H4 = 4 jam
D1 = I hari
W1 = 1 minggu
MN = 1 bulan

Anda dapat menyesuaikan timeframe (waktu pilihan anda) berbanding harga sesuai dengan kebutuhan anda. Di bawah ini adalah harga yang diperhatikan dalam timeframe 1 jam.
Contoh Grafik Candlestick

Tentu anda akan merasa lebih mudah memprediksi kecenderungan harga akan bergerak kemana dengan menggunakan chart.

Pada dasarnya chart terdiri dari beberapa jenis yang biasanya disesuaikan dengan karakter trader tersebut dalam menganalisa. Mari kita lihat :
  1. Tick Chart
Tick chart adalah grafik yang menampilkan harga saat ini yang sedang berjalan. Tick chart terdiri dari dua harga yaitu harga bid  dan harga ask. Jika anda sebagai trader memutuskan untuk membeli (long) maka anda akan mendapatkan harga ask. Sedangkan jika anda memutuskan untuk menjual (short) maka anda akan mendapatkan harga bid. Selisih dari harga bid dan ask biasanya disebut dengan spread. Setiap broker memberikan spread yang berbeda. Beberapa broker memberikan fix spread dan ada juga yang memberikan floating spread. Semua tergantung dari broker pilihan anda.


Dengan melihat harga detil per detik seperti ini. anda bisa mengoptimalkan harga yang akan anda dapatkan saat melempar perdagangan anda ke pasar dan berguna untuk anda supaya tidak terjebak pada spread yang terlalu melebar sehingga anda merasa rugi saat posisi anda masuk kedalam pasar.

       2. Line Chart
line chart merupakan grafik yang memberikan informasi penutupan harga (close price)dalam waktu tertentu (sesuai yang anda tentukan) yang disambung dengan garis sehingga menyerupai kurva.
Line chart fokus pada harga penutupan dari timeframe yang anda lihat. Misalkan anda sedang memperhatikan timeframe H1 (1jam) maka sambungan garis yang terbentuk merupakan hasil dari setiap penutupan harga pada 1 jam. Contoh
Line chart biasanya digunakan oleh trader yang fokus pada harga penutupan. Karena bagi sebagian trader harga penutupan sangatlah penting.

       3. Bar Chart

Chart ini sangat popular dijamannya. Memberikan informasi tentang harga dalam pengelompokan waktu yang ditentukan. Dia memberikan informasi harga high,low, closed dan open pada waktu (timeframe) yang anda gunakan. Berbeda dengan linechart. Informasi yang kita dapatkan lebih rinci. Sehingga kita dapat menganalisa pergerakan harga secara lebih mendalam
Anda bisa dengan mudah membaca informasi dari gambar di atas, garis horizontal memberikan anda informasi tentang high dan low, sedangkan garis vertical ke kiri memberikan anda informasi tentang harga pembukaan (open) dan yang terakhir garis vertical yang menghadap ke kanan memberikan anda informasi tentang harga penutupan (close)
Dengan chart ini sebenarnya sudah bisa memberikan anda kemudahan melihat pergerakan harga secara detil dan menyeluruh.anda namun jenis grafik ini sudah sedikit digunakan karena perkembangan chart yang semakin tinggi.

       4. Candlestick Chart

Jika anda bertanya kepada seseorang grafik jenis apa yang paling banyak digunakan oleh trader dunia. Dia akan menjawab dengan sangat yakin itu adalah candlestick chart.

Jenis grafik ini ditemukan dijepang dan dipopulerkan oleh guru teknikal bernama steve nison. Penemu di jepang adalah seorang pedanga beras bernama munehisa homma. Pada dasarnya informasi yang diberikan oleh candlestick chart ini sama dengan informasi yang diberikan oleh jenis grafik bar chart.

Namun karena bentuknya yang menyerupai lilin dan dapat diberikan warna, sehingga visualisasi yang terdapat pada layar computer anda menjadi sedikit lebih indah dan mudah dimengerti,
Candletick chart terdiri dari 2 bagian.
Open dan close disebut dengan body
High shadow dan low shadow.
Dalam candlestick chart saat harga open di bawah harga close, maka biasa disebut dengan bull candlebull atau “bullish” digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga yang naik. Untuk menggambarkan pergerakan harga yang turun, digunakan istilah “bear” atau “bearish”, sehingga candlestick yang memiliki harga open di atas harga close disebut bear candle.
Nah dengan melihat perbedaan warna saja anda sudah dapat melihat pergerakan major timeframe h1 cenderung lebih di dominasi oleh bear candle.
Tidak sampai disitu. Candlestick chart terdiri dari banyak pola yang memberikan informasi tentang prediksi pergerakan harga.

Selain itu anda dapat belajar grafik dengan berbagai jenis lainnya seperti KAGI Chart, Renko Chart, Point And Figure Chart, Heiken Aishi yang di mana penentuan variabelnya sudah berbeda dari standar chart yang ada di atas.




Baca selengkapnya
Simpletrade. Powered by Blogger.